Profil Layanan 2026

Cath Lab Center

Catheterization Laboratory

Fasilitas kateterisasi terpadu untuk layanan diagnostik dan tindakan intervensi minimal invasif pada pembuluh darah jantung, otak, dan organ tubuh lainnya.

Kardiologi Intervensi Neurointervensi Radiologi Intervensi

Presisi. Kecepatan. Keselamatan Pasien.

Dokumentasi Cath Lab

Ruang kateterisasi dengan peralatan angiografi digital
Ruang kateterisasi dengan peralatan angiografi digital
Tim multidisiplin saat melakukan tindakan intervensi
Tim multidisiplin saat melakukan tindakan intervensi
Dokter melakukan prosedur minimal invasif di Cath Lab
Dokter melakukan prosedur minimal invasif di Cath Lab

Tentang Cath Lab Center

Cath Lab Center adalah fasilitas laboratorium kateterisasi terpadu yang menghadirkan layanan diagnostik dan tindakan intervensi minimal invasif untuk kelainan pembuluh darah jantung, otak, dan organ tubuh lainnya. Didukung peralatan pencitraan angiografi digital mutakhir dan tim multidisiplin yang terdiri dari dokter spesialis jantung intervensi, saraf intervensi, dan radiologi intervensi.

Seluruh tindakan dilakukan di ruang kateterisasi dengan standar sterilitas tinggi dan sistem pencitraan real-time. Teknologi ini memungkinkan dokter menavigasi kateter secara presisi tanpa operasi terbuka sehingga risiko lebih rendah dan masa pemulihan pasien lebih singkat.

Layanan Intervensi

Kardiologi Intervensi

Menangani kelainan pembuluh darah jantung dan gangguan irama melalui pendekatan kateterisasi, mulai dari diagnostik hingga tindakan definitif.

PCI (Percutaneous Coronary Intervention)

Pemasangan stent untuk membuka kembali penyumbatan pembuluh darah koroner tanpa pembedahan terbuka.

POBA (Plain Old Balloon Angioplasty)

Pelebaran pembuluh darah koroner yang menyempit menggunakan kateter balon tanpa pemasangan stent.

Angiografi Koroner

Pencitraan diagnostik untuk melihat lokasi dan derajat penyempitan pembuluh darah koroner.

FFR (Fractional Flow Reserve)

Pengukuran tekanan dan aliran darah koroner untuk menilai dampak suatu penyempitan.

EVLA (Endovenous Laser Ablation)

Terapi laser minimal invasif untuk menutup vena varises secara permanen.

TPM (Temporary Pacemaker)

Pemasangan alat pacu jantung sementara untuk menstabilkan irama jantung pada kondisi akut.

PPM (Permanent Pacemaker)

Pemasangan alat pacu jantung permanen untuk gangguan irama jangka panjang.

Perikardiosintesis

Pengeluaran cairan berlebih dari rongga perikardium untuk mengurangi tekanan pada jantung.

Neurointervensi

Berfokus pada kelainan pembuluh darah otak, termasuk kondisi gawat darurat seperti stroke, aneurisma, dan malformasi vaskular.

DSA (Digital Subtraction Angiography)

Pencitraan pembuluh darah otak beresolusi tinggi untuk mendeteksi kelainan vaskular secara akurat.

Coiling

Penutupan aneurisma otak menggunakan koil platinum melalui kateter untuk mencegah pecahnya pembuluh darah.

Trombektomi

Pengangkatan bekuan darah pada stroke iskemik akut untuk memulihkan aliran darah ke jaringan otak.

Embolisasi

Penyumbatan terkontrol pada pembuluh darah abnormal seperti AVM atau tumor vaskular di otak.

Radiologi Intervensi

Tindakan berbasis pencitraan untuk berbagai organ, mulai dari tumor dan pembuluh darah perifer hingga solusi non-bedah untuk masalah kesuburan.

TACE (Transarterial Chemoembolization)

Kemoterapi lokal yang diarahkan langsung ke tumor hati melalui pembuluh darah.

Arteriografi

Pencitraan arteri untuk mendeteksi penyempitan, sumbatan, atau kelainan struktural.

Angioplasti Perifer

Pelebaran pembuluh darah yang menyempit di luar jantung dan otak, termasuk pada tungkai.

Embolisasi

Penghentian perdarahan atau suplai darah menuju jaringan abnormal dan perdarahan pascatrauma.

Rekanalisasi Tuba Falopi

Pembukaan saluran tuba falopi yang tersumbat sebagai solusi non-bedah untuk masalah kesuburan.

Alur Layanan Pasien

Penanganan kasus emergensi tersedia 24 jam melalui Unit Gawat Darurat.

  1. 01

    Konsultasi awal dan pemeriksaan penunjang oleh dokter spesialis terkait.

  2. 02

    Perencanaan tindakan berdasarkan hasil diagnostik DSA, CT, atau USG.

  3. 03

    Pelaksanaan tindakan di ruang kateterisasi oleh tim intervensi.

  4. 04

    Observasi pascatindakan dan edukasi perawatan lanjutan.

  5. 05

    Kontrol dan evaluasi hasil tindakan secara berkala.